Selasa, 24 Februari 2009

SUARA "for sale"

Seorang caleg membujuk seorang petani yang sedang mencangkul disawah.
"Jika Bapak mau memberikan suara untuk saya,maka akan saya kasih uang seratus ribu"
"Ah,masa?" si petani tampak tak percaya.
"Percayalah" Jawab si caleg.
Si petani tampak berpikir sejenak lalu bergegas pergi dengan girang.
"Lho,mau kemana?" tanya sang caleg heran.
"Jual cangkul" Jawab si petani.
"Kalau suara saya harganya seratus ribu,pasti cangkul saya lebih mahal lagi"




Sebentar lagi negri ini akan mengadakan pesta besar,sebuah pesta demokrasi.Tapi layakkah disebut pesta demokrasi?Ataukah sekedar pesta pora orang-orang berduit yang sedang berfoya-foya menghamburkan uangnya.Orang-orang berduit yang mengendarai "kendaraan" berwarna-warni dan sedang beriringan menuju sebuah tempat yang disebut gedung DPR/DPRD.Tak jarang disepanjang jalan mereka membagi-bagikan uang dan barang kepada masyarakat.Ikhlaskah mereka?Atau ada udang dibalik itu..
Kita semua tahu bahwa pemilu tinggal hitungan minggu.Semakin mendekati hari H,aroma politik uang semakin terasa.Seperti yang terjadi disekitar tempat tinggal saya.Beberapa hari yang lalu,seorang caleg dari partai "A" meminta warga untuk mengumpulkan KTP.Dan setiap warga yang mengumpulkan ktp mereka berhak mendapatkan jatah 2kg beras.Memang sang caleg tidak mengisyaratkan secara langsung agar warga memilihnya dalam pileg yang akan datang.Tapi dengan pemberian itu sedikit banyak pasti mempengaruhi arah pilihan warga.Lain lagi caleg dari partai "B".Beliau menjanjikan sejumlah uang kepada warga.Modusnya dengan membagi-bagikan stiker yang berisi nomor partai dan nomor urut sang caleg beserta fotonya kepada warga.Dan stiker tersebut dapat ditukar dengan sejumlah uang apabila beliau Bapak caleg yang terhormat tersebut berhasil duduk dikursi empuk di gedung DPRD.Memang dinegri tercinta yang baru belajar demokrasi ini,yang masyarakatnya masih awam tentang apa arti demokrasi sebenarnya,uang seolah-olah menjadi senjata yang ampuh bagi para caleg berduit untuk membeli suara masyarakat.Dan gayung pun bersambut.Masyarakat negri ini yang kebanyakan masih awam,lebih suka menjual suaranya.

9 komentar:

  1. Susah juga ya?
    Mungkin..masyarakat gak membutuhkan "saweran" jika Caleg-nya adalah tokoh masyarakat yang "dikenal" dan bener-2 bisa "diandalkan".
    Sementara ini, kita "tidak kenal" Caleg-2 kita. Hanya tau Foto-nya doang.
    Susah juga ya?

    BalasHapus
  2. Saya gak sudi milih caleg yang membagi - bagikan duit ... saya lebih suka jika caleg itu bisa membagikan "kail untuk memancing daripada memberikan ikannya langsung".

    Satu lagi, saya lebih suka caleg yang melek IT daripada yang gaptek. Karena biasanya yang gaptek itu di dalam pikirannya cuman ada uang + politik ... akal sehatnya tidak pernah dipakai :D

    BalasHapus
  3. @HumorBendol
    Memang susah mas,kita seperti membeli kucing dalam karung.Uups..Bapak/ibu caleg kan bukan kucing.
    @moeghan
    Caleg yang bisa ngeblog ya mas? :-D ,kalau sy cenderung golput untuk pileg mendatang.Untuk pilpres ttep milih.

    BalasHapus
  4. Buatku itu adalah exes dari demokrasi di kalangan caleg dan masyarakat dg kadar intelektualitas rendah.
    Memilih wakil bukan berdasar pd capability nya, karena memang nggak jelas!
    Padahal suara tetap suara, selama nyontreng nya bener ya ttp dihitung.
    Paling sip ya pilih sesuai nurani! Kalo memang nggak ada yg cocok di hati, yg nggak usah ngikut!
    Tapi masalahnya MUI sdh memfatwakan haram buat golput!
    Lha terus gmn donk...terpaksa milih tp tak sesuai nurani dan karena takut fatwa...apa ini jg bukan dosa...?
    Ahh...tau' lah...yg jelas aku hanya mau nyontreng pas pemilihan Presiden aja! Mau dibilang setengah haram...?
    Cuek beibeh...peduli amat setan belang!!

    BalasHapus
  5. G abkalan Ikhlas :D coba aja besok kalau dah ajdi :D masih suka bagi2 duit ga :D ehm :)

    Peace Bro :D

    BalasHapus
  6. tak bisa dipungkiri,begitulah fenomena dinegara kita..

    BalasHapus
  7. Golput di fatwa haram oleh MUI ? (WTF lah ...)
    Ini haram itu haram ... kenapa bagi - bagi duit ketika pileg ato capres gak di fatwa haram? Korupsi Halalkah ?
    Tanya kenapa ?

    @ alijaini yah saya cari pemimpin yang bisa ngeblog, dan itupun gak sekedar punya blog hanya untuk mencari simpati saja ketika belum jadi pemimpin, tapi harus benar - benar seorang blogger sejati yang mau menanggapi keluh kesah di kotak komentarnya ... hahaha
    Ada gak yah yang mau seperti itu? :D

    BalasHapus
  8. salam kenal om..
    makasih kemaren udah mampir ke blog saya.
    danmaaf juga yh baru bisa balas kommentnya
    :)

    BalasHapus
  9. @Mas srex
    Mari kita ikuti hati nurani kita.Hehe
    @Aribicara
    Sepertinya gitu mas :-)
    @Kristina Dian Safitri
    Fenomena yang negatif ya mbak..
    @Moeghan
    Dan bisa mengkampanyekan visi dan misinya lewat blognya. :-D
    @FaLLa
    Salam kenal,terimakasih juga sudah mampir :-)

    BalasHapus

Monggo di spam..